Posted by: sokongsalaf | August 23, 2007

Ulama Salafi Syeikh Bin Baaz, “Bumi Berbentuk Ceper”

Kebingungan salafi demi kebingungan dalam mengungkapkan fakta saintifik, bumi yang berbentuk sfera dikatakan ceper. Berasaskan keyakinan yang salah ini Syeik bin Baaz mengkafirkan orang yang menolok imaginasi karutnya. Cara takfir Bin Baaz ini bukanlah cara salafu-soleh tapi lebih kepada ikutan Pendita Kristian di zaman dark ages dulu, sesiapa yang menolak teori sains dari gereja maka dia adalah heresy (murtad).

Parvez Hoodbhoy menggambarkan konklusi ilmiah berguna Ibn Baz diatas tsb dlm bukunya “Islam and Science: Religious Orthodoxy and the Battle for Rationality”. Pada hal 49, ia menulis,

“.. The Sheikh (Abdul Aziz Ibn Baz) menulis … sebuah buku dlm bahasa Arab berjudul Jiryan Al-Shams Wa Al-Qammar Wa-Sukoon Al-Arz. Artinya : Pergerakan Matahari dan Bulan dan Tidak Bergeraknya Bumi … Dlm buku sebelumnya, ia mengancam para penantang dgn fatwa keras atau ‘takfir’ (alias kafir), tetapi tidak mengulanginya dlm versi yg lebih baru.”

Berita ttg penemuan besar Ibn Baz ini tersebar spt api diseluruh dunia dan Muslim mulai menerima kredibilitas teori ‘tidak bergeraknya bumi’. Namun dunia kafir ragu2 menerima pendapatnya ini. Judith Miller, menulis dlm bukunya ‘Tuhan memiliki 99 Nama’, di hal 114,

“Ketika ia (Sheikh Bin Baz) mengutuk apa yg disebutnya sbg penghujatan gaya Copernicus dan bersikeras bahwa Quran mengatakan bahwa matahari bergerak, wartawan Mesir, mengolok2 ulama ternama itu sbg ‘refleksi primitif Saudi. ”

Lagi2, selama 1993, otak Islami encer itu mulai lagi bekerja overtime. Suatu pagi hari, sang jenius membuka Qurannya dan menoleh sejumlah mukjizat ilmiah dan sampai pada penemuan baru bahwa ‘bentuk bumi = ceper’. Ini direkam oleh Carl Sagan dlm bukunya “The Demon-haunted World: Science as a Candle in the Dark”. Sagan menulis,

“Th 1993, otoritas religius tertinggi Saudi, Sheik Abdel-Aziz ibn Baaz, mengeluarkan fatwa, menyatakan bahwa bumi adalah ceper. Siapapun yg menolak dianggap tidak percaya Allah dan harus dihukum. ”

dan,

“Ada sebuah fatwa terkenal yg dikeluarkan oleh Sheik Abdel-Aziz ibn Baaz. Statusnya memberikan bobot pada fatwanya namun pendapat2nya sering membuat rakyat Saudi malu… “


Responses

  1. Bentuk Bulat Planet Bumi

    Assalamualaikum,

    Firman Allah:
    “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

    Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana serban dipakaikan pada kepala.

    Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

    Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

    Allahua’lam

  2. Ha ha ha ha lawak betul ulama wahabi, bumi bentuk ceper, macam piring. Barangkali ulama wahabi ini tidak pernah naik kapal terbang kot?

    Kalaau aku jadi rakyat Arab Saudipun aku malu nak mengaku, kalau ada ustaz aku kata bumi macam piring. he he he he.

    Brutal juga pendedahan si Roslan, tahniah.

  3. Bumi bulat ceper, leper, Bumi mengelilingi matahri, matahari mengelilingi bumi, bulan mengelilingi bumi begitu sebaliknya bagi Ana adalah perbezaan pendapat dikalangan ulamk dan juga ahli astronomi. Masing 2 ada hujjah. Yang kita bukan ahlinya ni kenapa perlu memperbodohkan & memperlekehkan mereka. Dimana adab kalian dalam mengkomentar para ulamak . Kalau benar Syeikh Baaz mengkafirkan orang yg tak mahu menerima pendapatnya sila datangkan burhan di blogger ini…

  4. salafi/wahabi hakiki buta macam bin baazzz ke? tak baca artikel lagi atas tu ke?

    haha bumi bentuk leper tu ada perbezaan pendapat, ulama saudi aja kata kot. Boleh saya tanya kawan-kawan salafi/wahabi satu soalan?

    kenapa budak-budak salafi bodoh dan buta?

  5. Untuk renungan:

    “Barangsiapa yang melihat aibnya sendiri, maka dia akan meninggalkan kerja mencari keaiban orang lain. Barangsiapa yang rela dengan rezeki yang dianugerahkan oleh Allah, maka dia tidak akan bersedih jika orang lain mendapat kelebihan rezeki, barangsiapa yang menghunus pedang untuk menganiaya orang lain, tangannya akan terpotong oleh pedang itu sendiri, barangsiapa yang menggali lobang untuk saudaranya, dia sendiri akan terjerumus ke dalam lobang itu, barangsiapa yang membuka aib orang lain, aibnya sendiri juga akan tersingkap, barangsiapa yang lupa akan kesalahan diri sendiri, dia akan selalu menganggap besar kesalahan orang lain”.

  6. kalian orang-orang malaysia tukang maksiat dan zina yang bodoh dan tolol. kalian menghina ulama besar yang telah terbukti usaha dan kerja kerasnya dalam mempertahankan keaslian dan keotentikan naskah-naskah lengkap islam, serta telah menolong dan melalui beliau Allah memberi berkah bagi segenap orang yang meminta fatwa dan penjelasan ilmiah islam. apa yang telah kalian berikan kepada Islam dan ummatnya, kalian hanya orang-orang bodoh yang sering bermaksiat tapi munafik pura-pura suci dengan menghina ulama tua yang telah meninggal dan tidak berfatwa dan membela islam lagi. belajar lagi para orator bodoh!!!
    wassalaaam.

  7. apa yang telah dikatakan beliau adalah benar adanya sesusai dengan nash-nash yang otentik dan shahih dari Allah dan Rasulnya, serta begitulah yang dipahami shahabat rasul. dan Allah telah meridloi kehidupan, pemahaman, amal, dan ibadah, serta kematian mereka. sedangkan kalian para orator bodoh, kalian miskin tidak punya kepastian ridlo dari Allah. amal, hidup, dan mati kalian tidak jelas diridloi atau tidak. kalian belum terbukti secara wide spread dalam mempertahankan dan menyebarkan serta berjihad dijalan Allah. kalian hanya mengikuti dan mengekor secara tragis kepada ilmuwan barat yang hanya berdasarkan teropong, sedangkan kalian tidak yakin pada sefiat maha melihat Allah dan perjalanan Rasul-Nya melewati angkasa raya. kalian orang bodoh,

  8. Berambus aja sapi indonezi, datang ke Malaysia bawa ashobiyyah, hai indonezi cukuplah buat onar, jaga jiran kamu, kenapa kamu yang hantar asap ke malaysia tu. Jangan bakar hutan, jangan buat jahat dan gengsterisme di Malizia, orang Malazia bukan kaki zina. Indoneazi buat lokalisasi untuk pelacur. apa SAPI indonezi buat?

    Bumi leper ikut nas? salafi indonezi dan sapi malezie sama-sama bodohnya. Gooblok. Jelas sekali sapa-sapa ada gelar salapi dia memang juhala’. Bumi bentuk leper? Ha ha ha ha bodoh betul.

  9. Kata-kata Qazaf
    Salafi Indon berkata “kalian orang-orang malaysia tukang maksiat dan zina yang bodoh dan tolol.”

    Si Caleng salafi indon Abu Salik, apa hang tuduh orang Malaysia Penzina nih? Ini Qazaf namanya. Kalau marah kepada orang Malaysia jangan sampai buat Qazaf, menuduh secara rambang penzina seluruh rakyat Malaysia.

    Jadi buang aja nama salafi tukar Abu salik khinziri al-indonezi. Tuduhan aku untuk kau seorang sebab hang tuduh orang Malazia penzina, hang kena buat sidang akhbar minta maaf kepada rakyat malaysia.

  10. Untuk direnung dan difikirkan

    Assalamualaikum Afwan semua,

    Sebagian orang mengatakan : “Duduklah bersama para ulama, bermajelislah dengan para ulama!” Sedangkan yang lain mencela para ulama dengan mengatakan : “Mereka (ulama) tidak paham realita!” Ada lagi yang mengatakan : “Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi menunjukkan bahwa umat ini tidak memiliki ulama rujukan yang layak!” Yang lain mengatakan : “Para ulama tidak berdiri sendiri dalam fatwa-fatwa mereka, bahkan mereka penjilat terhadap penguasa!” Setelah keluar celaan-celaan ini kemudian dari kelompok para pencela ini mengatakan : “Dengarkanlah perkataan para ulama!”

    Siapakah ulama yang harus didengar perkataannya? Apakah mereka orang-orang yang memakai baju-baju tertentu atau yang memiliki bentuk-bentuk tertentu? Tidak, para ulama adalah mereka yang mendalami Kitab dan Sunnah dengan pemahaman salafush-sholih, menyeru kepada tauhid dan melarang dari kesyirikan, mengajak kepada Sunnah dan menjauhkan dari bid’ah. Telah datang kesaksian dari para ulama bahwa mereka adalah ahli ilmu, mereka mengikuti dalil, bukan hawa nafsu, mengajak kepada persatuan di atas al-haq bukan perpecahan di atas kesesatan-kesesatan, berusaha untuk menjelaskan al-haq kepada umat bukan membodohkan umat dan menyesatkan mereka. Dan zaman sekarang ini adalah seperti yang dikatakan oleh Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallohu anhu :

    “Sesungguhnya kalian sekarang ini berada di zaman yang banyak ulamanya dan sedikit tukang khotbahnya, dan sesungguhnya akan datang sesudah kalian suatu zaman yang banyak tukang khotbahnya dan sedikit ulamanya.” (diriwayatkan oleh Abu Khaitsamah dalam Kitab al-Ilm hal. 109 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam takhrijnya)

    Hal yang sangat disesalkan, banyak orang-orang awam dan anak-anak muda yang mengangkat derajat para tukang khotbah ini sehingga mereka sebut sebagai ulama. Ketika para tukang khotbah ini menampakkan bid’ah dan fitnah, lantas para ulama yang tulen memperingatkan umat dari kesesatan mereka, maka orang-orang menyangka bahwa khilaf (perselisihan) antara para ulama dan para tukang khotbah ini adalah khilaf yang terjadi antara ulama dengan ulama, kemudian dipraktekkanlah fiqih salaf –dengan serampangan- di dalam menyikapi khilaf yang terjadi di antara para ulama. Seandainya saja mereka benar dalam memahami fiqih khilaf, tetapi kenyataannya mereka membawakan perkataan Ibnu Mas’ud rodhiyallohu anhu : “Khilaf adalah jelek”, kata mereka ucapan ini maksudnya : “Diamlah, jangan mengingkari kebid’ahan dan kesesatannya!” (?!!)

    Allahua’lam

  11. Assalamualaikum, Apabila sesorang itu berdakwah tanpa ilmu maka apa yang ia rusak lebih banyak dari apa yang ia perbaiki, karena seorang penyeru kepada Allah otomatis ia juga pengajak kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran. Dan orang yang mengajak kepada kebaikan mesti tahu betul akan kebaikan, tahu kemungkaran, mengetahui keadaan orang yang ia ingkari. Dan hendaklah ia bijaksana, lembut, mengetahui mafasid (kerusakan) dan maslahat (yang akan terjadi), kapan ia maju (melakukan suatu tindakakan) dan kapan ia menahan dirinya, kapan ia mendahulukan (suatu pekerjaan) dan kapan ia mengakhirkan. Dan hendaklah ia berlemah- lembut kepada manusia, dan sebagainya dari bermacam-macam masalah yang ditempuh oleh ulama-ulama islam rahimahumullah, dibawah naungan hadits-hadits Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam berdakwah dan melakukan hisbah.

  12. Fenomena yang dialami oleh para pemuda multazim, yaitu perpecahan dan saling menganggap sesat serta menimpakan rasa permusuhan terhadap orang yang tidak sejalan dengan manhaj mereka, tidak diragukan lagi, bahwa ini sangat disesalkan dan disayangkan. Bisa jadi hal ini menyebabkan hantaman yang besar. Perpecahan semacam ini merupakan dambaan para setan dari golongan jin dan manusia, karena setan-setan manusia dan jin tidak menyukai para ahli kebaikan bersatu padu, mereka menginginkan perpecahan, karena mereka tahu persis bahwa perpecahan itu akan menghilangkan kekuatan yang hanya bisa dicapai dengan iltizam dan ittijah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini ditunjukkan oleh ayat-ayat berikut: “Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. “Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.” Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang kita bercerai berai dan menjelaskan akibatnya yang mengerikan. Dan yang wajib bagi kita adalah menjadi satu umat dan satu kalimat.

  13. Anak Jati Malaysia / Tanah Melayu

    kalian orang-orang malaysia tukang maksiat dan zina yang bodoh dan tolol.
    Abu Salik

    Awas! perkataan ini boleh memakan diri sendiri. Ngobrol jng sembarangan. Ini melampau menuduh semua org Malaysia tukang maksiat & penzina termasuk yg baik baik.

    Sya mau tanya sama Abu Salik,
    Bagaimana dgn onak yg dilakukan oleh sebahagian PATI di Malaysia merampok,pecah rumah,memukau, merogol org? adakah itu baik? contohnya kejadian yg baru berlaku disini sekumpulan PATI merampok rumah org Malaysia mencuri brg brg berharga. Bila hasil rampokan tidak memuaskan di potongnya pula telinga Tuan rumah tersebut. Adakah ini perbuatanbaik dan bermoral.

  14. Wahai saudara-saudaraku yang gemar mencela dan tajassus (mencari-cari kesalahan)… wahai saudaraku yang melempar debu dan menghembuskan asap …

    مََا أَنْتَ الحَكَمِ التُرْضَى حُكُومَتُهُ وَلاَ الأَصِيلِ وَلاَ ذِي الرَأْيِ الجَدَلِ

    Engkau bukanlah hakim yang dianggap keputusannya

    Dan bukan pula orang yang ahli dalam berdebat…!!!

    إنَّ خَوْضَ المَرْءِ فِيمَا لاَ يَعْنِيْهِ وَفِرَارُهُ مِنَ الحَقِّ مِنْ أَسْبَابِ عِثَارِهِ

    Sesungguhnya keterlibatan seseorang dalam hal yang bukan urusannya

    dan ia lari dari kebenaran adalah salah satu sebab kefrustrasiannya

    Ingatlah wahai saudaraku

    قَوْمٌ إِذَ الشَّرُّ أَبْدَى نَاجِذَيْهِ لَهُمْ طَارُوا إِلَيْهِ زَرَفَاتٍ وَوُحْدَانٍ

    Bila kejelekan menampakkan kedua taringnya pada suatu kaum maka mereka

    akan menyerangnya secara berkelompok dan sendiri-sendiri

    Wahai saudaraku yang gemar menghabiskan waktu untuk mencela dan menggunjing…

    لاَ تَتَفَكَّهُوا بِأَعْرَاضِ النَّاسِ فَشَرُّ الخُلُقِ الغِيْبَةُ

    Janganlah kalian merusak kehormatan orang lain karena sesungguhnya sejelek-jelek akhlak adalah menggunjing

    لاَ تَخُضْ فِيْ حَدِيْثٍ لَيْسَ مِنْ حَقِّكَ سِمَاعُهُ

    Janganlah kalian menyelam ke suatu pembicaraan yang kalian tidak berhak mendengarkannya

    Kepada saudaraku yang dizhalimi dengan gunjingan, celaan dan makian…

    اصْبِرْ عَلَى مَضَضٍ الحَسُوْدِ فَإِنَّ صَبْرَك قَاتِلْه النَّرُ تَأْكُلُ بَعْضُهَا إِنْ لَمْ تَجِدْ مَا تَأْكُلُهُ

    Bersabarlah terhadap ulah orang yang dengki karena sesungguhnya kesabaran itulah yang memadamkannya
    Api itu akan memakan dirinya sendiri bila tiada ada yang dilahapnya

  15. hai insan, di mana prinsip dan manhaj-mu di dalam mengambil agama ini? apakah dari bin bazz? apakah dari syafi’e? apakah dari hanbali? apakah dari siapa sebenarnya?

    lihat kalam para salaf ini…

    Saya mengambil (hukum agama) dari kitab Allah (al-Qur’an); Apa yang saya tidak temui dalamnya, maka saya ambil dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika saya tidak temui dalam kitab Allah atau sunnah Rasulullah, nescaya saya ambil pula pendapat sahabat-sahabatnya. (Abu Hanifah rahimahullah, Riwayat al-Khatib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, jld. 13, ms. 368)

    Jauhilah pendapat orang-orang yang (mengeluarkan pendapat) berdasarkan akal fikiran kecuali jika sudah disepakati oleh para ulama’ (ijma’). Ikutilah al-Qur’an yang telah diturunkan kepadamu oleh Tuhan kamu dan ikutilah Hadis yang telah diturunkan kepadamu oleh Nabi kamu. (Malik Bin Annas Rahimahullah, Riwayat al-Sya’rani – al-Mizan al-Kubra, jld. 1, ms. 188)

    Setiap orang boleh diambil dan ditinggalkan perkataannya kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Ibnu Taimiyyah Rahimahullah, Rof’ al-Malam ‘an A’immat al-A’lam)

    Apabila sesuatu hadis itu sahih maka itulah mazhab (peganganku) aku. (Dari Abu Hanifah, diriwayatkan oleh Ibn ‘Abidin (1203H/1789M) di dalam al-Hasyiyah, jld. 1, ms. 63 dan Ibn al-Syuhnah di dalam Syarh al-Bidayah. Dari al-Syafi‘e, diriwayatkan al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab, jld. 1, ms. 163 dan oleh al-Sya’rani di dalam al-Mizan, jld. 1, ms. 57.)

    Setiap hadis yang sah daripada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah juga merupakan ajaran aku walaupun engkau tidak pernah mendengarnya daripada aku sebelum ini. (Kata-kata oleh as-Syafi’e Rahimahullah, Riwayat Ibn Abi Hatim di dalam al-Adab, ms. 93-94.)

    Dalam setiap permasalahan, apabila seseorang ahli hadis itu menjumpai sebuah riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan riwayat itu pula bertentangan dengan ajaran aku maka aku menarik kembali ajaran aku yang asal tadi sama ada pada ketika aku masih hidup atau apabila aku sudah meninggal dunia nanti. (Kata-kata oleh as-Syafi’e Rahimahullah, Riwayat Ibn al-Qayyim di dalam I’lam al Muwaqqi‘in, jld. 2, ms. 363.)

    Apabila kamu dapati di dalam bukuku sesuatu yang bertentangan dengan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka berpeganglah kepada Hadis tersebut dan tinggalkanlah apa yang telah aku katakan itu (atau tuliskan). (Kata-kata oleh as-Syafi’e Rahimahullah, Riwayat al-Khatib al-Baghdadi di dalam al-Ihtijaj bi al-Syafi‘e, jld. 8, ms. 2 dan al-Nawawi di dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab, jld. 1, ms. 63.)

    Apabila aku mengeluarkan sesuatu pendapat yang bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, maka tinggalkanlah pendapat aku itu. (Kata-kata oleh Abu Hanifah, Riwayat Salih al-Fulani di dalam Iqaz al-Himam, ms. 50.)

    Aku hanya manusia biasa yang mana pendapat aku mungkin benar dan mungkin salah. Maka telitilah pendapat yang aku kemukakan. Semua pendapat yang selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah maka ambillah ia manakala yang tidak selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, tinggalkanlah. (Kata-kata oleh Malik Bin anas Rahimahullah, Riwayat Ibn ‘Abd al-Barr di dalam Jami’ Bayan al-Ilm, jld. 2, ms. 32)

    Firman Allah s.w.t. (maksud):

    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٣١)

    Katakanlah (Wahai Muhammad): “Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Ali Imran (3): 31)

  16. Afwan semua,

    Antara ciri ciri manhaj salaf as soleh dalam menjauhi ahli bid’ah antaranya ialah:
    1.Mendahulukan syara'(wahyu & al hadith)bukan akal atau hawa nafsu ( mendahulukan syara’ atas akal)
    2.Berhukum atau memutuskan semua persoalan agama terutama AQIDAH melalui kitab & as sunnah.
    3. Tidak menta’wil al Quran melalui kaedah ulamak ahli kalam (mantik/falsafah).
    3.mengelakan diri dri berdebat,berbincang & berpolimik dgn ahli ahwa kecuali jika ingin tegakan kebenaran.

    Allahua’lam

  17. al quran menjelaskan bentuk bumi secara umum…tidak mengambarkan bumi secara terperinci…aziz b bazz hanya memberi pendapat berdasarkan pengetahuan sainsnya yang terbatas…tetapi menkafirkan kepercayaan bumi bulat adalah satu kesilapan dan kedangkalan diri
    sebagai manusia?…..

  18. anda yakin yg saintis barat dakwa? mana anda tau? atau taqlid bute?

  19. para ulama salafi adalah orang-orang yang paling mengerti tentang berbagai persoalan kontemporer.Terbukti,rakyat palestina menderita karena mengabaikan fatwa syaikh Albani untuk berhijrah.Di Indonesia alumni jihad Poso dan Ambon banyak yang terperangkap ke paham takfir.Mengapa?? Jihad tersebut tidak mendapat restu dari ulama salafi.Begitu pula orang-orang yang mengklaim berdakwah di parlemen,sekarang justru mereka berkoalisi dengan partai sekuler.Bahkan ada diantara mereka yang tersangkut kasus korupsi.mereka telah mengabaikan fatwa Ulama tentang haramnya demokrasi.Lihatlah pakistan.Negeri itu tercabik-cabik karena banyak rakyatnya tersesat dalam berbagai firqah sesat.Jadi ketika para ulama bermanhaj salaf berfatwa bentuk bumi datar,matahari mengelilingi bumi itu adalah kebenaran yang mutlak bnerdasarkan dalil-dalil AL-Qur’an dan Sunnah..

  20. hai kaum seislam ku.. sesungguhnya perbezaan antara orang islam dengan orang mukmin sungguh berbeza..
    semua orang boleh jadi orang islam lepas dah lafaz kalimah syahadah..
    orang mukmin ialah orang yang beriman.
    kita boleh cakap kita ni islam.. tapi kita tak ikut apa yang disuruh oleh rasullullah..
    sesungguhnya apa yang saya tengok kat sini sesetengahnya ialah islam atas nama sahaja.. cakap tanpa bukti.. jangan nak memaki hamun ulama – ulama. Jangan cakap pakai NAFSU. Sesungguhnya Ilmu Ulama datang daripada Allah.. Ambil satu jarum, celup dalam lautan.. air yg menitis dari jarum tersebut.ITULAH kita punya ilmu pengetahuan.. Allah dah bagi BUKU( ALQURAN NURKARIM)

    Kalau korang pandai sangat.. Bagitau lah dekat mana 7 petala langit 7 Petala bumi.. Satu petala 500 tahun perjalanan. Masuk akal lagi.. tapi di mana 7 petala bumi..

    Janganlah kamu memaki hamun Saudara seislam.. Sessunguhnya apa yang kamu cakap tu akan terkena pada diri sendiri.. Pada hari Akhirat Si dia akan tuntut pahala dari kamu.. kerana Orang yg kamu Maki itu ialah dalam kategori orang dizalimi. Doa orang dizalimi paling dimakbulkan

  21. Abdul Aziz bin Baz telah membuat blunder besar berkaitan dengan fatwa bahwa planet bumi itu datar. Yang lebih parah lagi adalah takfir yang dia nyatakan bagi yang mengingkari fatwanya. Yang pasti itu adalah pendapat pribadi dia. Imam Bukhari dalam Sahihnya di juz 6 hal 35 terbitan Toha Putra menjelaskan bahwa lafal “dahaha’ itu berarti “Allah mengeluarkan air dari bumi dan menumbuhkan aneka tanaman, menciptakan gunung-gunung untuk menstabilkan bumi, menciptakan onta dan berbagai macam binatang yang lain, menciptakan tanah tinggi dan menciptakan atmosfir (apa-apa di antara langit dan bumi dalam jangka waktu 2 Hari yang laain di sisi Allah.” “Dahaha, thohaha, maddal-ardl, madadnaha itu maknanya sama “Allah membentangkan (memberi barokah kepada) bumi. Imam Bukhari jauh lebih jenius daripada Abdul Aziz bin Baz. Saya heran, apakah orang sekaliber bin Baz belum pernah mengkaji Tafsir Al Quran tulisan Imam Bukhari? Ingat “membentangkan” dalam konteks itu berarti “memberi barokah” atau “blessed” dalam bahasa Inggrisnya. Untuk mengetahui bentuk bumi, pakailah alat yang canggih! Berhentilah berdebat antar sesama muslim! Nggak ada yang menang selain setan!

  22. BUMI ITU DATAR, Jika bumi bulat banyak orang islam sholat tetapi menghadi ke angkasa, bukan ke kabah. Dan BUMI ITU DATAR sehingga semua orang islam SHOLAT BISA MENGHADAP KABAH DENGAN MUDAH


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: