Posted by: sokongsalaf | September 16, 2007

Kalau Dambakan Perpecahan, Masuklah Salafi

Salafi di mana-mana atas dunia ini berpecah, bermula dari Saudi Arabia (tempat terbit pemberontakan wahabi kepada Daulah Islamiah), sehinggalah ke mana-mana sahaja dunia yang ada salafi, Mesir, Urdon, Syria, Kuwait, hatta di Iraq. Bibit perpecahan antara salafi ini juga berlaku di negara-negara Kafir spt USA, UK, Perancis (negara yang mereka kurang mendapat pengaruh).

Yang paling dekat, dengan negara kita adalah indonesia, yang mana lebih 13 puak salafi yang berdiri dengan sendiri dan saling mengkafirkan antara satu sama lain, masing-masing tidak mengiktiraf kesalafian firqah yang satu lagi. Kerajaan Saudi Arabia sendiri telah menulis surat untuk menyatukan gerakan hizbiyyah salafi ini namun menemui jalan buntu. Sayugialah kalau kumpulan yang retak menanti belah ini bertelagah sesama sendiri kerana mereka memang ajaran mereka secara tabiinya akan menghasilkan perpecahan sesama sendiri. Ada yang fanatik kepada Bin Bazz dan ada yang fanatik kepada Al-Bani, bergantung kepada Imam mana yang mereka taklid buta itu.

Di Malaysia perpecahan ini telah nampak dengan jelas bila ada beberapa gerakan tajdid (kononnya) melabel salafi yang didukung oleh Rasul Dahri sebagai Ghulluw. Ada yang mengkafirkan Sahabus SAMAK MAZA, Rasul Dahri telah memperbodoh-bodohkan Asri dalam kuliah-kuliahnya (Biarkan sama-sama bodoh tu bertelagah sendiri).

Sebagai contoh di bawan ini saya kutip perbicangan dalam alFikrah;
Inilah kata-kata saudara Doktor Imran bahawa saudara Nawie adalah dari salafi Ghuluww

Saya tidak berhasrat meyakinkan saudara Nawie yang dari awal tidak
menerima teguran saya dari zaman roslan sms lagi sama ada secara
terbuka mahupun tertutup walaupun kesalahan itu terang bagaikan
matahari. Saudara mungkin tak faham permasalahan ini saya kira dan
melihat secara mudah zahir sahaja.

Yang saya mahu yakinkan ialah orang2 yang belum terpengaruh dengan
fahaman ghuluww saudara Nawie dan menghalang perpecahan yang beliau
cuba janakan.

Saudara nasihatkanlah kepada ibn shamsuddin dan Nawie agar berhenti
menyebarkan perpecahan di serata internet. Berhenti di blog dan
berhenti di youtube barulah saudara bertindak adil. Tulisan saya
terhenti dalam isu ini di alfikrah.

Ini pula kata-kata Azmi kinobeno yang akur dengan perpecahan gerakan salafi

— In alFikrah@yahoogroup s.com, “kinobeano” wrote:
>
>
> Saya minta sangat sangat lah isu ini tidak di leter kan lebih
> panjang dari apa yang dah ada sekarang ini. Masing-masing nampaknya
> tidak mahu berundur walau se inci. Doc tak akan dapat meyakinkan
> Nawie dan Nawie tidak akan dapat meyakinkan Doc – ini kenyataan..
> Doc pun dalam statementnya ada mengatakan bahawa perjumpaan face-to-
> face pun tidak akan membawa apa-apa penyelesaian dan tidak akan ada
> ending, inikan pula berbalas-balas postings.
>
> ISU INI TIDAK AKAN DAPAT DISELESAIKAN DISINI.. (at least for now )
>
> Kita sama-sama sibuk. Kita sama-sama mencari ilmu. Kita sama-sama
> pergi kuliah. Kita sama-sama membaca buku dan kitab. Masing-masing
> mempunyai persepsi dan pemahaman yang berbeza yang membawa kepada
> pendekatan dan approach yang berbeza. Masing-masing ada kekuatan dan
> kelemahan.
>
> Terima saja lah hakikat ini.
>
> Saya juga agak tertarik dengan statement Doc : ” .. sebab takut
> terkurang ajar depan URD. Kita hormat jasa dan pengorbanannya
> walaupun tak bersetuju dengannya. Tak mahu rosakkan hubungan sekian
> lama… ” Pegang lah statement ini..
>
> Akhir kata, sepotong kata kepada saudara Aznan yang
> telah “memulakan” isu ini di alFikrah : Are you happy now..?
>
> – Azmi –

Ini pula pengakuan dari salafi Dokter Imran tentang perpecahan antara ‘orang kuat’ (sebenarnya tak ada apa-apapun), iaitu Dr Sulaiman Nordin, Abdullah Yasin, Rasul Dahri dan Fathul Bari. Ini tidak termasuk serangan kepada Mohd Asri.

> — In alFikrah@yahoogroup s.com, “muhammad” wrote:
> >
> >
> > Menolak kerana banyak sebab.
> >
> > Satu, sebab belajar dari pengalaman2 dulu. Berjumpa tapi masalah
> tak
> > selesai.
> >
> > Baru2 ni kan Us Fathul Bari jumpa Sulaiman Nordin. Penyelesaian ?
> > tidak nampak!
> >
> > Keduanya sebab isunya banyak. Bincang isu ikhwan sahaja belum tentu
> > habis dalam masa 10 jam. Campur pula nanti dengan rasa ta’assub dan
> > emosi macamana nak selesai. Dah habis diskusi pula nanti URD akan
> > keluar buku baru. AKhirnya kena jawab buku tu. Bila penghujungnya ?
> >
> > Ketiga, sebab takut terkurang ajar depan URD. Kita hormat jasa dan
> > pengorbanannya walaupun tak bersetuju dengannya. Tak mahu rosakkan
> > hubungan sekian lama.

Nasihat saya kalau inginkan perpecahan masuklah salafi, lepas ini ANDA PERLU TANYA DIRI SENDIRI anda ini salafi Dahriyyun atau Sulaimaniyyun atau Asryyun atau Bariyyun atau hakikatnya anda semuanya itu adalah SALAFI BENGONG?


Responses

  1. ki kih kih,
    salafi kata kena taat pemerintah hari ini, untuk elakkan perpecahan. Tak boleh ikut parti politik nanti pecah belah umat, keluarlah nas Wa’tasimu bihablillah dan macam-macam nas.

    Tapi hari ini dah terlodeh sehingga seluar dalam salafi, rupa-rupanya sesama mereka sendiri macam anjing dengan kucing. He he atau lebih kasar lagi sama group mereka ini bercakaran macam anjing dengan babi.

    Duhai Aduka Salafi Hakiki hang belah mana, sebelah anjing ke sebelah babi?

    kih kih kih (tiru gaya ketawa abang Lan)

  2. assalamu’alaikum, melihat tulisan diatas saya ingin sedikit memberikan komentar, bahwa kita semuanya mesti mengetahui apa yang dimaksud dengan salafi. baik itu dari sisi bahasa maupun dari arti istilah. setelah kita mengtahui arti itu barulah baiknya kita berbicara tentang slafi. saya khawatir kebanyakan manusia berbicara berdasarkan ilmu dan hujjah yang nyata, padahal berbicara tanpa ilmu itu dilarang apalagi dalam masalah agama. (cari arti salafi dalam http://www.salafy.co.id). tentang perpecahan dikalangan salafi yang di isukan oleh para hizbiiyun dimana saja, kami katakan bahwa pada hakikatnya salafi tidaklah berpecah belah. jikapun apa yang saudara sakiskan perpecahan dikalangan mereka itu adalah perkara yang ijtihad yang didalamnya ada toleransi, misalnya masalah fiqih ibadah sholat. dalam beberpa perkara antara ulama muktabar seperti syaikh bin baz rahimahullah, dan ahli hadis abad ini syaikh al-albani rahimahullah mereka ada perbedaan dalam tata cara sudjud setelah ruku, apakah didahulukan tangan atau lutut dahulu, mereka sama-sama memilii dalil yang kuat, yang kesemuanya dijelaskan kepada umat agar mengetahui permasalahan yang ada, tetapi sesama mereka tidaklah saling mencela dan menyalahkan. dan perbedaan-perbedaan lainnya. adapun permasalahan prinsip yang sudah tauqifiyah didalam islam (rukun iman, aqidah dll) maka tidak ada toleransi didalamnya. Ada lagi yang mengatakan bahwa salafi adalah hizbiyah, sungguh ajaib perkataan ini justru salafilah yang paling kuat untuk menjauhi hizbiyah terlarang sebaimana hizbiyah ini terlarang dalam islam. salafi adalah dakwah yang kokoh diatas ilmu yang haq, sangat adil, bijak, dan selamat krena ia berjalan diatas manhaj yang kokoh pula yaitu jalannya para sahabat, dan generasi terbaik setelah mereka, yang diikuti oleh para imam (4 immam madzab), ulama, serta ahli ilmu hingga hari ini. jika kita melihat bahwa salafi suka memecah belah, maka kami katakan bahwa salafi memang memecah belah, sebagimana rasulullah saw memecah belah. yaitu memcah belah antara tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, halal dan haram, serta antara haq dan batil. lain halnya dengan hizbiyah mereka nampaknya bersatu tetapi hakikatnya mereka berpecah belah dalam masalah prinsip, mereka takut untuk menjelaskan kebenaran kepada umat karena pengikut, pemilih partai mereka sedikit, ataupun tujuan mereka tidak tercapai. aduhai keridhaan siapa yang meeka cari, ridha Allah atau ridha makhluk???. dakwah salafiyah adalah kebalikan dari mereka, begitulah hakikat dakwah saliyah yang selalu mengembalikan permaslahan mereka kepada syariat yang suci ini. tapi tidak kita pungkiri banyaknya musuh-mush dakwah yang haq ini, bagi mereka yang merasa sudah berkubang dengan kebiasaan bidah mereka yang tidak berlandaskan syariat merasa gerah ketika datangnya peringatan dan nasehat dari saudara mereka salafi yang menerangkan kebenaran berdasarkan hujjah yang tsabit. begitu juga para hizbiyah sangat getolnya melawan dakwah salfiyah. tapi alhamdulillah dakwah yang fitrah ini telah banyak masuk kehati kaum muslimin tentunya itu hidayah dari Allah, dan mereka sadar bahwa jalan terbaik adalah diatas sunnah bukan diatas bidah. dan kami katakan kpada semua hibiyah atau musuh-dakwah salafiyah bahwa kalian tidak akan dapat membendung lajunya dakwah salafiyah (dengan izin Allah) karena dakwah ini adalah mengikuti jalannya generasi yang dijamin terbaik oleh Rasulullah saw. teruslah bersemangat dalam berdakwah wahai saudaraku salafi jangan khawatir terhadap celaan orang yang mencela, jangan merasa mindr karena sedikitnay jumlah kalian, berdakwahlah kepada manusia dengan hikmah, dengan bijaksana, berdoalah agar Allah selalu mengokohkan langkah kita. dan kaum kami nasihatkan kepada kaum muslimin hendaklah bertaqwa kepda Allah dnegan mengikuti manhaj yang kokoh, manhaj firqotun najiyah, atoifah almansurah, ahlus sunnah wal jamaah, salafiyah, ghuroba, semoga kiat termasuk dalam golongan-Nya.

  3. Assalamualaikum Afwan semua,
    Ad-da’wah as-Salafiyah adalah dakwah Islam. Dakwah ini murni, tanpa
    tambahan-tambahan, hiasan-hiasan, atau dekorasi-dekorasi. Ad-da’wah
    as-Salafiyah adalah dakwah menuju al Qur`an dan as-Sunnah dengan pemahaman
    salaful-ummah (generasi terdahulu yang shalih). Jika hanya satu sifat ini
    saja yang disampaikan kepada setiap orang yang berakal dan berpikir,
    pastilah sudah cukup, tanpa perlu penjelasan lebih lanjut yang
    berkepanjangan.

    Akan tetapi, kita hidup pada zaman yang sulit, penuh kerusakan dan fitnah.
    Kita hidup pada zaman yang orang-orangnya hidup dengan penuh kontradiksi,
    kecuali insan-insan yang Allah berikan rahmat-Nya kepadanya (yang akan
    terlindung dari fitnah ini). Kontradiksi, yang kini sebagian orang dari umat
    ini sudah terbiasa bergaul dan hidup dengannya, telah menjerumuskan mereka
    ke dalam ketidakpahaman. Bahkan menjerumuskan ke dalam pemahaman yang keliru
    dan terbalik. Karena, apabila ketidakpahaman sebagai suatu kesalahan yang
    ringan, maka pemahaman yang keliru dan terbalik adalah kesalahan yang
    berlipat ganda dan fatal. Akhirnya, jatuhlah manusia ke dalam kejahilan
    (kebodohan), yang pada hakikatnya berasal dari diri mereka sendiri. Namun,
    kemudian mereka putar-balikkan, mereka tuduhkan dan mereka lontarkan kepada
    orang lain.

    Mereka menuduh dengan sekian banyak tuduhan (dusta) kepada dakwah al Qur`an
    dan as-Sunnah ini. Mereka melontarkan sekian banyak syubhat
    (kerancuan-kerancuan) kepada dakwah al Qur`an dan as-Sunnah ini. Namun, jika
    kita perhatikan dan teliti lebih dalam, ternyata tuduhan-tuduhan dan
    lontaran-lontaran dusta tersebut tidak berarti sama sekali. Bahkan tidak ada
    hakikatnya sama sekali. Seluruhnya serba terbalik dan berbalik (kepada
    mereka sendiri), bagaikan kaca yang pecah dan hancur berantakan.

    Pintu tuduhan dan lontaran syubhat merupakan pintu yang sudah lama dan
    usang. Pintu ini sudah sering menimpa orang-orang yang konsisten dengan al
    Haq (kebenaran). Jarang di antara mereka yang selamat dari tuduhan ini.
    Bahkan Rabbul ‘Alamin (Allah) Subhanahu wa Ta’ala pun terkena
    tuduhan-tuduhan dusta, dan hanya bagi-Nya segala perumpamaan yang Maha
    Tinggi. Allah pun dituduh tanpa haq sama sekali! Hingga Allah menurunkan
    ayat-ayat yang banyak untuk membantah orang-orang bodoh yang dipenuhi dengan
    syubhat. Orang-orang bodoh itu tidak menghargai dan tidak mengagungkan Allah
    dengan sebenar-benar penghargaan dan pengagungan. Seperti firman-Nya

    “Artinya : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan
    yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula
    diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” [Al-Ikhlash
    : 1-4]

    Sebagai bantahan kepada orang-orang bodoh yang berkata bahwa Allah memiliki
    anak. Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi.

    Rasulullah Shallallahu ‘laiahi wa sallam pun dituduh. Beliau dituduh sebagai
    seorang penyair. Allah pun turunkan ayat untuk membantah tuduhan tersebut.
    Allah berfirman.

    “Artinya : Dan al-Qur`an itu bukanlah perkataan seorang penyair, .
    .”[Al-Haqqah : 41]

    Para sahabat radhiyallahu ‘anhum juga dituduh. Mereka dituduh, bahwa mereka
    merebut kekuasaan dan kepemimpinan. Mereka dituduh dengan tanpa haq. Dan
    begitulah seterusnya! Mereka (para sahabat) dan orang-orang yang berpegang
    teguh dengan al Haq terus dituduh dan dituduh.

    Lihatlah kaum Nuh ‘Alaihis Sallam ! Mereka menuduh Nabi mereka. Padahal ia
    telah tinggal dan hidup bersama mereka dalam waktu yang sangat lama, namun,
    ia tetap tidak selamat dari tuduhan. Mereka menuduhnya tatkala sudah tidak
    mampu lagi mengungkapkan dan mengemukakan hujjah, dalil, dan bukti kepada
    Nabi Nuh Alaihis Sallam . Bagaimana firman Allah tentang mereka? Allah
    berfirman.

    “Artinya : Mereka berkata; “Hai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berbantah
    dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka
    datangkanlah kepada kami adzab yang kamu ancamkan kepada kami! Jika kamu
    termasuk orang-orang yang benar”. [Hud : 32]

    Mereka melontarkan tuduhan-tuduhan kepadanya. Mereka menuduh nuh sebagai
    tukang jidal (bantah). Padahal (mereka mengetahui), bahwa Nuh menyampaikan
    al Haq, berbicara dengan yang haq, dan tidaklah ia berpegang teguh kecuali
    dengan al Haq, karena ia seorang Nabi! Namun betapapun demikian, orang-orang
    yang menyelisihi al Haq tetap tidak mau tunduk dan patuh. Bahkan mereka
    semakin membangkang, mengejek, mencemooh, dan mendustakan. (Akhirnya) mereka
    pun semakin jauh terperosok ke dalam syubhat, dan semakin gencar melontarkan
    syubhat.

    Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan dengan dibalut pakaian syubhat ini
    bersumber dari dua penyakit kronis yang telah menyerang para pelakunya.

    Penyakit pertama : Ialah sedikitnya ilmu.
    Seandainya pada diri mereka terdapat ilmu, bukti, dan penjelasan yang benar,
    tentulah al haq dan al huda (petunjuk) itu dapat langsung dikenal dengan
    mudah dari para da’i dan orang yang berpegang teguh dengannya. Namun,
    sayangnya mereka bagaikan perumpamaan Arab (dia tetap seekor kambing walaupun terbang). Mereka – memaksakan diri- ingin
    memunculkan segala sesuatu yang ada dalam pikiran-pikiran dan kepala-kepala
    mereka, walaupun dengan syubhat yang paling lemah sekalipun, dan meskipun
    dengan sebab yang paling remeh sekalipun.

    Penyakit kedua : Yaitu lemah dan tipisnya agama.
    Seandainya agama mereka kokoh dan kuat, tentulah tidak akan tergesa-gesa
    melontarkan tuduhan-tuduhan yang mereka bangun berdasarkan prasangka,
    ketidakpastian dan tanpa ilmu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah
    bersabda

    “Artinya : ..Dan barangsiapa yang berkata kepada seorang mukmin sesuatu yang
    tidak ada padanya, Allah akan tempatkan dia di radghatul-khabal, sampai ia
    keluar dari apa yang ia ucapkan” [2]

    Dan radghatul-khabal adalah cairan (perasan) para
    penghuni neraka”.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

    “Artinya : Waspadalah kalian dari berprasangka, karena sesungguhnya
    prasangka itu sedusta-dusta perkataan…” [3]

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

    “Artinya : Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia
    mencintai untuk saudaranya, seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri” [4]

    Seandainya pada diri mereka terdapat ilmu yang cukup dan keimanan yang
    melindungi (mereka dari perbuataan tercela ini, tentulah mereka tidak
    akan berani menyelami samudera tuduhan, fitnah, celaan, dan syubhat yang
    memecah-belah umat ini, di saat mereka mengira dan menyangka bahwa ad-da’wah
    as-Salafiyah adalah dakwah yang memecah-belah umat.

    Allahua’lam

  4. Nasihat saya kalau inginkan perpecahan masuklah salafi, lepas ini ANDA PERLU TANYA DIRI SENDIRI anda ini salafi Dahriyyun atau Sulaimaniyyun atau Asryyun atau Bariyyun atau hakikatnya anda semuanya itu adalah SALAFI BENGONG?

    Beginilah saja hujjah dangkal yg mampu diberikan oleh puak puak yg menentang dakwah salaf tak lebih dri itu. Benarlah kalau dikatakan mereka ini tidak berilmu.

  5. Kih kih kih, kah kah kah

    Sapa yang tentang dakwah SALAF, yang kita tentang adalah DAKWAH SALAFI. Saudarjo dan Salafi hakiki tak faham lagikah perbezaan itu.

    Kalau salafi Hakiki nak tahu, SALAF adalah generasi yang dijamin oleh Allah, aqidah dan kefahaman Islam mereka. Tetapi orang yang menamakan (aka mendakwa) SALAFI tak ada jaminan apa2, bahkan SALAFI yang ada hari ini dah banyak DINODAI oleh sekular. SALAFI MALAYSIA dah banyak berpecah sama sendiri, inilah generasi SALAFI yang dikritik.

    Jadi puak-puak, atau puaka-puaka salafi jangan dakwa kita tentang SALAF pulak. Baca baik-baik kerana ramai yang masuk SALAFI ini, BUTA dan BODOH, dari dulu dok berhujah dalam blog ini tapi tetap BODOH. Tak faham isu yang dibincangkan.

    Nak tanya bapak-bapak Salafi semua, antara MAZA dan Rasul Dahri, Yang mana ANJING dan yang mana KHINZIR? Selamat bercakaran sama sendiri huwa-huwa huwaa, untuk PUAKA SALAFI.

  6. Assalamualaikum,

    Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun
    kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga
    tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat
    dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu
    ‘anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.
    Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling
    bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber
    tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan
    para ulama.

    Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang
    ma’shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk
    tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi
    dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan
    dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka
    saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran,
    atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah
    perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan
    sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.

    Hidupnya budaya kritik ilmiah akan memperlihatkan siapa yang benar-benar
    berdiri sebagai Ahlussunnah dan siapa yang hanya ikut-ikutan. Bagi mereka
    yang menolak kritik dan tidak mau rujuk pada kebenaran, maka mereka adalah
    pengikut hawa nafsu atau ahlul ahwa. Bagi Ahlus Sunnah, teguran dan kritik
    akan segera membawanya kembali kepada Al Haq. Sedangkan pengikut hawa nafsu,
    mereka akan menentang ilmu dan nasehat ulama dengan berbagai alasan. Mereka
    berani menarik-narik makna ayat dan hadits agar mencocoki hawa nafsu, bahkan
    berani mencela para ulama agar ditolak fatwanya.

  7. Assalamualaikum,

    Ada artikel yg Sya kira bagus utk mereka yg menisbahkan diri kepada pemahaman Salaf. Moga dimenfa’atkan.

    PEMIKIRAN SALAFI

    28 Mac 2006
    Aulawiyaat Al Harokah Al Islamiyah fil Marhalah Al Qodimah – Dr.Yusuf Al Qordhowi

    Yang dimaksud dengan “Pemikiran Salafi” di sini ialah kerangka berpikir (manhaj fikri) yang tercermin dalam pemahaman generasi terbaik dari ummat ini. Yakni para Sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan setia, dengan mempedomani hidayah Al-Qur’an dan tuntunan Nabi SAW.

    Kriteria Manhaj Salafi yang Benar

    Yaitu suatu manhaj yang secara global berpijak pada prinsip berikut :

    1. Berpegang pada nash-nash yang ma’shum (suci), bukan kepada pendapat para ahli atau tokoh.
    2. Mengembalikan masalah-masalah “mutasyabihat” (yang kurang jelas) kepada masalah “muhkamat” (yang pasti dan tegas). Dan mengembalikan masalah yang zhanni kepada yang qath’i.
    3. Memahami kasus-kasus furu’ (kecil) dan juz’i (tidak prinsipil), dalam kerangka prinsip dan masalah fundamental.
    4. Menyerukan “Ijtihad” dan pembaruan. Memerangi “Taqlid” dan kebekuan.
    5. Mengajak untuk ber-iltizam (memegang teguh) akhlak Islamiah, bukan meniru trend.
    6. Dalam masalah fiqh, berorientasi pada “kemudahan” bukan “mempersulit”.
    7. Dalam hal bimbingan dan penyuluhan, lebih memberikan motivasi, bukan menakut-nakuti.
    8. Dalam bidang aqidah, lebih menekankan penanaman keyakinan, bukan dengan perdebatan.
    9. Dalam masalah Ibadah, lebih mementingkan jiwa ibadah, bukan formalitasnya.
    10. Menekankan sikap “ittiba'” (mengikuti) dalam masalah agama. Dan menanamkan semangat “ikhtira'” (kreasi dan daya cipta) dalam masalah kehidupan duniawi.

    Inilah inti “manhaj salafi” yang merupakan khas mereka. Dengan manhaj inilah dibinanya generasi Islam terbaik, dari segi teori dan praktek. Sehingga mereka mendapat pujian langsung dari Allah di dalam Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi serta dibuktikan kebenarannya oleh sejarah. Merekalah yang telah berhasil mentransfer Al-Qur’an kepada generasi sesudah mereka. Menghafal Sunnah. Mempelopori berbagai kemenangan (futuh). Menyebarluaskan keadilan dan keluhuran (ihsan). Mendirikan “negara ilmu dan Iman”. Membangun peradaban robbani yang manusiawi, bermoral dan mendunia. Sampai sekarang masih tercatat dalam sejarah.

    Citra “Salafiah” Dirusak oleh Pihak yang Pro dan Kontra

    Istilah “Salafiah” telah dirusak citranya oleh kalangan yang pro dan kontra terhadap “salafiah”. Orang-orang yang pro-salafiah – baik yang sementara ini dianggap orang dan menamakan dirinya demikian, atau yang sebagian besar mereka benar-benar salafiyah – telah membatasinya dalam skop formalitas dan kontroversial saja, seperti masalah-masalah tertentu dalam Ilmu Kalam, Ilmu Fiqh atau Ilmu Tasawuf. Mereka sangat keras dan garang terhadap orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini. Sehingga memberi kesan bagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah metoda “debat” dan “polemik”, bukan manhaj konstruktif dan praktis. Dan juga mengesankan bahwa yang dimaksud dengan “Salafiah” ialah mempersoalkan yang kecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang prinsipil. Mempermasalahkan khilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang disepakati. Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan inti dan jiwa.

    Sedangkan pihak yang kontra-salafiah menuduh faham ini “terbelakang”, senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap ke depan. Faham Salafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian terhadap masa kini dan masa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat sendiri, tidak mau mendengar suara orang lain. Salafiah identik dengan anti pembaruan, mematikan kreatifitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal moderat dan pertengahan.

    Sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra salafiah yang hakiki dan penyeru-penyerunya yang asli. Barangkali tokoh yang paling menonjol dalam mendakwahkan “salafiah” dan membelanya mati-matian pda masa lampau ialah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam Ibnul-Qoyyim. Mereka inilah orang yang paling pantas mewakili gerakan”pembaruan Islam” pada masa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan benar-benar mencakup seluruh disiplin ilmu Islam.

    Mereka telah menumpas faham “taqlid”, “fanatisme madzhab” fiqh dan ilmu kalam yang sempat mendominasi dan mengekang pemikiran Islam selama beberapa abad. Namun, di samping kegarangan mereka dalam membasmi “ashobiyah madzhabiyah” ini, mereka tetap menghargai para Imam Madzhab dan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati. Hal itu jelas terlihat dalam risalah “Raf’l – malaam ‘anil – A’immatil A’lam” karya Ibnu Taimiyah.

    Demikian gencar serangan mereka terhadap “tasawuf” karena penyimpangan-penyimpangan pemikiran dan aqidah yang menyebar di dalamnya. Khususnya di tangan pendiri madzhab “Al-Hulul Wal-Ittihad” (penyatuan). Dan penyelewengan perilaku yang dilakukan para orang jahil dan yang menyalahgunakan “tasawuf” untuk kepentingan pribadinya. Namun, mereka menyadari tasawuf yang benar (shahih). Mereka memuji para pemuka tasawuf yang ikhlas dan robbani. Bahkan dalam bidang ini, mereka meninggalkan warisan yang sangat berharga, yang tertuang dalam dua jilid dari “Majmu’ Fatawa” karya besar Imam Ibnu Taimiyah. Demikian pula dalam beberapa karangan Ibnu-Qoyyim. Yang termasyhur ialah “Madarijus Salikin syarah Manazil As-Sairin ila Maqomaat Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in”, dalam tiga jilid.

    Mengikut Manhaj Salaf Bukan Sekedar Ucapan Mereka

    Yang perlu saya tekankan di sini, mengikut manhaj salaf, tidaklah berarti sekedar ucapan-ucapan mereka dalam masalah-masalah kecil tertentu. Adalah suatu hal y ang mungkin terjadi, anda mengambil pendapat-pendapat salaf dalam masalah yang juz’i (kecil), namun pada hakikatnya anda meninggalkan manhaj mereka yang universal, integral dan seimbang. Sebagaimana juga mungkin, anda memegang teguh manhaj mereka yang kulli (universal), jiwa dan tujuan-tujuannya, walaupun anda menyalahi sebagian pendapat dan ijtihad mereka.

    Inilah sikap saya pribadi terhadap kedua Imam tersebut, yakni Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim. Saya sangat menghargai manhaj mereka secara global dan memahaminya. Namun, ini tidak berarti bahwa saya harus mengambil semua pendapat mereka. Jika saya melakukan hal itu berarti saya telah terperangkap dalam “taqlid” yang baru. Dan berarti telah melanggar manhaj yang mereka pegang dan perjuangkan sehingga mereka disiksa karenanya. Yaitu manhaj “nalar” dan “mengikuti dalil”. Melihat setiap pendapat secara obyektif, bukan memandang orangnya. Apa artinya anda protes orang lain mengikut (taqlid) Imam Abu Hanifah atau Imam Malik, jika anda sendiri taqlid kepada Ibnu Taimiyah atau Ibnul-Qoyyim.

    Juga termasuk menzalimi kedua Imam tersebut, hanya menyebutkan sisi ilmiah dan pemikiran dari hidup mereka dan mengabaikan segi-segi lain yang tidak kalah penting dengan sisi pertama. Sering terlupakan sisi Robbani dari kehidupan Ibnu Taimiyah yang pernah menuturkan kata-kata: “Aku melewati hari-hari dalam hidupku dimana suara hatiku berkata, kalaulah yang dinikmati ahli syurga itu seperti apa yang kurasakan, pastilah mereka dalam kehidupan yang bahagia”.

    Di dalam sel penjara dan penyiksaannya, beliau pernah mengatakan: “Apa yang hendak dilakukan musuh terhadapku? Kehidupan di dalam penjara bagiku merupakan khalwat (mengasingkan diri dari kebisingan dunia), pengasingan bagiku merupakan rekreasi, dan jika aku dibunuh adalah mati syahid”.

    Beliau adalah seorang laki-laki robbani yang amat berperasaan. Demikian pula muridnya Ibnul-Qoyyim. Ini dapat dirasakan oleh semua orang yang membaca kitab-kitabnya dengan hati yang terbuka.

    Namun, orang seringkali melupakan, sisi “dakwah” dan “jihad” dalam kehidupan dua Imam tersebut. Imam Ibnu Taimiyah terlibat langsung dalam beberapa medan pertempuran dan sebagai penggerak. Kehidupan dua tokoh itu penuh diwarnai perjuangan dalam memperbarui Islam. Dijebloskan ke dalam penjara beberapa kali. Akhirnya Syaikhul Islam mengakhiri hidupnya di dalam penjara, pada tahun 728 H. Inilah makna “Salafiah” yang sesungguhnya.

    Bila kita alihkan pandangan ke zaman sekarang, kita temukan tokoh yang paling menonjol mendakwahkan “salafiah”, dan paling gigih mempertahankannya lewat artikel, kitab karangan dan majalah pembawa missi “salafiah”, ialah Imam Muhammad Rasyid Ridha. Pem-red majalah “Al-Manar’ yang selama kurun waktu tiga puluh tahun lebih membawa “bendera” salafiah ini, menulis Tafsir “Al-Manar” dan dimuat dalam majalah yang sama, yang telah menyebar ke seluruh pelosok dunia.

    Rasyid Ridha adalah seorang “pembaharu” (mujaddid) Islam pada masanya. Barangsiapa membaca “tafsir”nya, sperti : “Al-Wahyu Al-Muhammadi”, “Yusrul-Islam”, “Nida’ Lil-Jins Al-Lathief”, “Al-Khilafah”, “Muhawarat Al-Mushlih wal-Muqollid” dan sejumlah kitab dan makalah-makalahnya, akan melihat bahwa pemikiran tokoh yang satu ini benar-benar merupakan “Manar” (menara) yang memberi petunjuk dalam perjalanan Islam di masa modern. Kehidupan amalinya merupakan bukti bagi pemikiran “salafiah”nya.

    Beliaulah yang merumuskan sebuah kaidah “emas” yang terkenal dan belakangan dilanjutkan Imam Hasan Al-Banna. Yaitu kaidah :

    “Mari kita saling bekerja sama dalam hal-hal yang kita sepakati. Dan mari kita saling memaafkan dalam masalah-masalah yang kita berbeda pendapat.”

    Betapa indahnya kaidah ini jika dipahami dan diterapkan oleh mereka yang meng-klaim dirinya sebagai “pengikut Salaf”.

    Allahua’lam

  8. Manhaj Salaf, sebagai manhaj Islam itu sendiri merupakan manhaj pemersatu,bukan pemecah-belah. Dakwah Salafiyah adalah dakwah yang mengajak pada persatuan, bukan dakwah yang memecah-belah umat. Persoalannya, umat sekarang sudah terkondisi dengan kotak-kotak hizbiyah, hingga cara pandangnya pun menjadi cara pandang hizbi (bersifat kelompok). Selalu mencurigai orang lain. Benar atau Salah diukur dengan ukuran kelompok, tidak berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Akibatnya, dakwah Salafiyah yang mengajak kepada persatuan serta melepas segala belenggu hizbiyah, dipandang dengan penuh kecurigaan sebagai kotak baru yang menambah jumlah perpecahan umat. Ini disebabkan, kebanyakan umat Islam sudah tidak memiliki pemahaman yang jelas lagi tentang agamanya. Dengan kata lain, umat Islam sudah jauh meninggalkan ajaran agamanya, dan terperangkap masuk ke dalam berbagai kelompok hizbiyah, atau ke dalam pusaran hawa nafsunya, maka ketika kebenaran hadir, dianggap salah.

    Ketika para pembela dakwah Salafiyah menyatakan bahwa kelompok-kelompok hizbiyah itu sesat, batil dan bid’ah -maka dianggapnya sebagai caci-makian terhadap sesama muslim. Mereka tidak bisa membedakan, antara peringatan supaya orang tidak terjerumus ke dalam kesesatan atau bid’ah hizbiyah, dengan caci-makian terhadap pribadi muslim. Mereka juga tidak mengetahui atau lupa, bahwa para ulama Ahli Hadist banyak memiliki kitab yang berisi peringatan, agar orang jangan mengambil agama atau mengambil riwayat dari Fulan, Fulan atau Fulan, sebab ia seorang pendusta, atau sebagai ahli bid’ah, atau seorang yang tidak layak diambil perkataannya atau hadistnya. Nah, apakah caci-makian seperti itu tertuju kepada pribadi muslim? Tentu bukan! Sebab maksudnya ialah untuk mengingatkan umat dari kepalsuan Fulan, perbuatan bid’ahnya atau kedustaannya. Sebab persoalannya adalah persoalan agama. Supaya agama ini tetap terjaga keutuhannya. Dengan demikian, umat Islampun akan tetap terjaga keutuhan persatuannya. Tidak dikotak-kotak dengan belenggu hizbiyah.

  9. huwa-huwa-huwa,

    PUAKA-PUAKA salafi berhujah dengan artikel Dr Yusof Qaradhawi pulak dah. Rasul Dahari dan salafi.or.id menyesatkan Dr Yusof, sekarang datang pula Ibn Husain yang tak tahu dari PUAKA SALAFI mana pula berhujah dengan pendapat orang yang disesatkan oleh kumpulan mereka sendiri. (Ibnu Husain ini dari PUAKA SALAFI ILMANIY KOT)

    Itulah SALAFI hari ini, tulislah artikel 2-3 belas muka mendefinisikan SALAF dan SALAFI, tapi mereka bukannya PUAK SALAFI, tapi sebenarnya PUAKA SALAFI. Cakap SALAFI TAK HIZBIYYAH tapi HAKIKATNYA dalam salafi itu sendiri penuh dengan HIZBI-HIZBI dan perpecahan sesama sendiri.

    kah kah kah

  10. Mereka juga tidak mengetahui atau lupa, bahwa para ulama Ahli Hadist banyak memiliki kitab yang berisi peringatan, agar orang jangan mengambil agama atau mengambil riwayat dari Fulan, Fulan atau Fulan, sebab ia seorang pendusta, atau sebagai ahli bid’ah, atau seorang yang tidak layak diambil perkataannya atau hadistnya. Nah, apakah caci-makian seperti itu tertuju kepada pribadi muslim? Tentu bukan! Sebab maksudnya ialah untuk mengingatkan umat dari kepalsuan Fulan, perbuatan bid’ahnya atau kedustaannya.

    Abu Mansur

    Saya tertarik kata kata diperenggan ini. Ini gaknya yg dikatakan kaedah Jarh wa ta’dil yg diguna pakai oleh ahli hadith kemudian di praktikan oleh mereka yg dilabel salafi/wahabi bgi mencela ahli bid’ah.

    Pertanyaan saya pada kalian, apakah kaedah yg digunakan oleh ahli bid’ah dalam mencela salafi / wahabi???

  11. Duhai Aduka Salafi Hakiki hang belah mana, sebelah anjing ke sebelah babi?

    Musa mohd

    Wahai Taruna Musa! Ana disebelah Rasullullah s.a.w. dan para sahabah Qudwah pada ummah ini yg berlepas diri dri anjing anjing neraka.

  12. Oh Aduka PUAKA Salafi HAKIKI ( yang perasan sendiri) , kau mendakwa kaulah satu-satu puak salafi yang sahih masuk syurga.

    Sekarang puaka kau itu sudah berpecah2 menjadi PUAKA-PUAKA lain, bagai kaca terhempas ke bumi. Sekarang beritahulah kita orang disini kenapa group kau saling mengkafirkan sama sendiri?
    Kau dari group mana, group yang setuju dengan Qaradhawi atau group Rasul Dahri, atau dari Group Sualaiman Nordin (Bapa kepada penyayi tu) …oh laila, oh laila, oh laila.
    Tak payah nak guna nama Rasulullah saw, sebagai pelindung yang group kau dah pecah belah tu. Ikut Rasul ka kalau saling mengkafirkan sama sendiri?
    Oh Aduka Salafi Hakiki aku dulupun belajar salafi, namun salafi yang mendakwa salafi tidak lebih dari rekording nota kaki aja.
    Tulis rujukan sana, tulis rujukan sini, yang sebenarnya copy dari buku pendahulu salafi aja. dot-dot kata itu hujah ilmiah dari Islam, kah kah kah kah

  13. yg anda tahu pula… kah, kah, dan kah… inikah ajaran nabi?

  14. oh si mat salap nur, apa mat salap buat ya, seronok tak jadi tukang forward article salafi.
    saudara rujuk tak buku arab tu, tulis nota kaki bahasa arab, ada tak semua kitab tu….

  15. setuju … jika kita bicara realita, ingat realita bukan teori!! di mana ada salafiyun, pasti di situ ada perpecahan …

  16. tinggalkan perdebatan konyol seperti ini….

  17. aplagi sampai pada kata buruk (anjing, bbi)… saya bahkan ragu dengan keislaman saudara bermulut buruk itu…

  18. assalamualaikum
    semoga kita semua dirahmati Allah dan mendapat keredhaan yang sentiasa ditagih oleh sekelian muslim.

    pertama, jagalah akhlak dan tunjukkanlah sopan santun yang diajar islam. membabi dan menganjingkan orang bukan caranya.

    kedua, mengapa harus mempertikaikan ketidak selarasan pandangan ustaz rasul dahri dan dr asri dll. mereka semua bukan maksum. tidak terlepas dari kesalahan. hanya kata2 muhammad s.a.w sahaja bukan dari hawa nafsunya. koreksilah mana satu pandangan yang paling tepat selaras dengan al-quran dan as-sunnah.

    ketiga, perselisihan pendapat sememangnya tidak dapat dielakkan. jika dilihat imam abu yusuf banyak tidak selari pandangan dengan imam hanafi. jadi carilah titik penyatuan. ingatlah! umat Islam semakin lemah.

    keempat, anda semua bergaduh anti hadith tepuk tangan, syiah rafidiah bersorak, sufi yg sesat tersenyum.

    jika ingin dibawa contoh hassan al-banna sebagai contoh, pasti ramai yg tak boleh terima(terutama golongan salafi), tapi mengapa beliau boleh bersatu dan meminimumkan pertikaian di kalangan umat islam.

    semoga perpecahan di kalangan umat Islam akan dapat dibaiki semula.

  19. wassalam
    saya baru baca dan belajaruntuk mendalami hakikat salaf. Tentu ilmu belum mantap. Tapi berterimma kasehlah -ada tokoh gerakan Islam yg buku merekamemberi fahaman tentang Islam.
    Bila nak serius fahami isu salaf, terbaca pulaisu perbezaan pandangan tokoh ilmuah tempatan yg ada disebut sebagai URD, DR ASRI, DR SULAIMAN, FATHULBARI, SULAIMAN YASIN DLL
    Saya jadi gugup dan takut kaau perbezaan pandangan itu membawa perpecahan ummah. Kita dah la sedikit, tenaga dakwah pun tak ramai, takut ummah yg ramai jjadi terabai.
    Tak bolehkah kita wujudkan saru foram tokoh atau ulamak salaf tempatan untuk mendekatkan fahaman, menjernehjkan dan menguatkan ukhuah kita . tolong respon. tk

  20. ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

    ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), ustad2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

    ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

    ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

    Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

    Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

    Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

    salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

    pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

    ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

    ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

    mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

    yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

    jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

    jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

    jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

    sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

    gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

  21. setuju, ana juga punya pengalaman yang sama dengan akhuna abu salma. majelis2 salafy isinya hanya berkisar tahzir dan cacian pada umat islam diluar golongan sekte sallafy. dan ana perhatikan, salafy juga sudah mulai terpecah belah. sesama salafy saling bermusuh2an dan saling ejek mengejek. lihat juga situs2 salafy. seakan merupakan suatu menu wajib di situs2 salafy untuk merendahkan dan mencaci maki ulama2 selain dari selain golongan salafy.lihat bagaimana hasan albanna, yusuf qardhawi, al albani, ustad rahmat (syeikh tarbiyah), ustad helmi, divonis sesat dan khawarij. lihat betapa lancangnya para salafy memvonis hizbuttahrir, PKS, Ikhwanul muslimin, Persis, wahdah islamiyyah dan Al irsyad sebagai firqoh yang calon ahli neraka. sungguh sangat keji para salafi itu. dimana2 menebar kebencian dan fitnah

  22. yang unik, ketika masyarakat sudah tau semua kebusukan2 salafy dan bahwasannya mereka terpecah belah dengan sesama salafy, mereka (salafy) selalu berdalih bahwasannya peprpecahan itu adalah bagian dari ayat kauniyah. jadi mereka memperbolehkan saling serang dan saling ejek antar sesama salafy. perpecahan dikalangan salafy semakin diperburuk dengan kaidah mereka “selama masih satu manhaj, maka perpecahan dikalangan salafy masih bisa diperbolehkan’. kaidah itu membuat salafy bergerak sporadis, tidak terkordinir, anarki dan rapuh.cepat atau lambat, dakwah salaf akan binasa dan pudar. ini adalah sunatullah.

  23. wah, bagus sekali argumen2 diatas. salut deh buat akh edi, memang baik sekali semua kesesatan salafy itu diungkap agar umat islam tidak tertipu dengan salafy. saya punya teman salafy yang mengatakan dia tidak pernah memakai celana dalam, ketika ditanya kenapa? jawab si salafy itu: sebab celana dalam tidak ada prakteknya di zaman nabi. hahahahahahaha. mosok celana dalam saja hukumnya bidah?. begitulah, dibalik penampilan dan seragam yang selalu dikenakan salafy yaitu jalabiy, mereka ternyata tidak memakai celana dalam. hahaha. yang begini ini yang menyebabkan islam jatuh ke jaman kemunduran. listrik bidah ( lihat darul hadis dammaj yang anti listrik), organisasi bidah, kotak sedekah bidah, alunan adzan bidah, semmmmmmua bidah.ya Allah lindungilah umat islam dari fitnahnya salafy

  24. Jadi kalau diumpamakan dengan anti virus ,jangan sampai tertipu dengan anti virus gadungan (anti virus salafi),bisa-bisa hardware malah terinfeksi dengan virus yang lebih berbahaya seperti :suka mengkafirkan,sombong dengan ilmu yang belum seberapa,hati penuh dengan kebencian,suka berkata kasar,akhlak yg buruk dan lain-lain yang tak kalah berbahaya.

  25. Tak perlu masuk mana-mana kelompok pun, pasti akan berpecah belah. hanya orang yang berpegang dengan tali Allah ahaja yang tidak akan berpecah belah.
    “Berpeganglah kamu kepada tali Allah nescaya kamu tidak akan berpecah belah”
    Tali Allah tak jumpa mana tak haru biru….

  26. salafy…! tak ada habis2nya…!setiap baca blog..,slalu merasa firqoh paling benar….,aswaja…!tdak diterima dikritik..! pemersatu..??? tdak akan kalian dapatkan umat bsa bersatu klau slalu mengkafirkan…, kl berilmu nasehatilah dengan hikmah..,wlaupun anda merasa benar…!

  27. he he he salafy yahudi kalee! tapi barangkali aja! habis sama2 muslim berantem melulu! gak bakalan selesai lah sampai kiyamat diributin! mau jadi muslim aja kok repot amat! padahal empunya bumi langit sudah kasih kebebasan “lakum dinukum waliyadin”. Mendingan tuh mikirin para fakir miskin yang mau jual aqidah dibayar dengan mie instant!

  28. wahaby salafi,di indonesia jg mengalami perpecahan aku seneng terhibur wahaby salafi dia akan runtuh oleh kelompoknya sendiri karena faham radikal keras fanatik sekali g bsa menghormati diluar kelompoknya padahal sesama wahaby

  29. Dari semua komentar yang ana baca, mereka yang menolak salafi adalah orang2 yang TIDAK PAHAM MANHAJ SALAf, mrka terjebak pada penilaian personal atau individu2 yang menisbatkan diri pada manhaj salaf ,bukan ajaran dari manhaj salaf itu sendiri. Padahal individu2 tersebut tidaklah maksum(bisa benar bisa salah). SIAPA SAJA MENGATAKAN BAHWA SALAFI ITU BERPECAH MENJADI BERBAGAI MACAM SALAFI MAKA DIA TIDAK PAHAM APA ITU MANHAJ SALAH!.

  30. Ada orang yang berkata bahwa jika saya mengkritik atau menghujat kaum salafy, berarti saya menghujat ulama salafush shalih. Benarkah klaim seperti itu?

    Kaum salafy selalu mengkait-kaitkan diri mereka dengan ulama salafush shalih dalam pembelaan diri mereka. Mereka mengatakan bahwa istilah ‘Salafy’ bukanlah istilah baru, tetapi berasal dari kata ‘Salaf’. Benarkah pembelaan diri mereka?

    Muncul banyak pertanyaan di benak kami. Apakah istilah selalu menunjukkan pemikiran dan fakta? Ataukah istilah itu terkadang hanyalah kamuflase, propaganda, dsb? Benarkah kaum salafy punya kaitan erat dengan ulama salafush shalih, sehingga jika saya mengkritik salafy, berarti saya mengkritik Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Bukhari, dll? Di mana hubungan kesamaan kaum salafy dengan para ulama salafush shalih?
    Kita tahu bahwa salah satu nama Nabi Muhammad yang paling terkenal adalah Ahmad. Apakah dengan menamakan kelompoknya sebagai ‘Ahmadiyah’ kemudian itu melegitimasi alirannya? Bahkan di Indonesia, ada suatu organisasi bernama Muhammadiyyah. Apakah itu juga melegitimasi segala pemikirannya? Ahmadiyah, ternyata tak punya hubungan dengan Ahmad bin Abdullah sang utusan Allah. Begitu juga Muhammadiyah. Karena faktanya, Muhammadiyah hanya punya hubungan sampai kepada Muhammad Abduh. Lalu sampai mana hubungan kaum Salafy? Paling jauh, mereka mengklaim diri mereka punya hubungan dengan Ibnu Taymiyyah. Jangan sekali-kali menghubungkan mereka dengan Ahmad bin Hanbal, karena mereka bisa marah. Kenapa? Karena mereka bukanlah kaum yang taqlid kepada salah satu madzhab.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: